Bek Tengah Ini Tak Bahagia di Chelsea Era Maurizio Sarri

Sampulbola – Bek tengah Chelsea, Andreas Christensen, mengakui tidak menikmati periode positif timnya sepenuhnya. Hal itu berkaitan dengan jam terbang Andreas Christensen bersama Chelsea di bawah asuhan pelatih Maurizio Sarri sangat sedikit.

“Sungguh musim yang keras, dan sejujurnya, ini sangat sulit. Saya tidak bisa banyak bersabar lagi. Saya sudah 22 tahun dan sangat ingin bermain,” ujarnya, dikutip dari The Times.

“Tiga musim terakhir saya sering tampil, jadi jelas saya tak ingin berada dalam situasi seperti sekarang dan pada masa depan,” kata pemain yang dipinjamkan Chelsea ke Moenchengladbach pada 2015-2017 ini.

Keputusan Maurizio Sarri memainkan hanya dua bek tengah, alih-alih tiga seperti yang diterapkan Antonio Conte, menjadi penyebab minimnya kans Christensen tampil.

Sarri lebih mengedepankan duet David Luiz dan Antonio Ruediger di jantung pertahanan dalam skema 4-3-3.

Sementara itu, Andreas Christensen punya kesempatan lebih banyak di era Conte karena memainkan pola tiga bek tengah dengan formasi 3-4-3 atau 3-5-2.

Sempat menolak kabar dirinya jadi korban perubahan taktik, Christensen akhirnya menyadari bahwa keadaan kini menjadi runyam.

“Saat kami meraih hasil bagus seperti saat ini, situasi hanya akan lebih sulit bagi saya. Hal itu hadiah untuk tim, tetapi secara personal merupakan awal yang keras musim ini bagi saya,” ujarnya.

Andreas Christensen bukan satu-satunya pemain Chelsea yang tidak bahagia terkait minimnya kesempatan tampil.

Kondisi pelik juga dialami Ruben Loftus-Cheek hingga Danny Drinkwater, yang ditepikan Maurizio Sarri karena nyaris tak dilirik sejauh ini.

Baca Juga:  Eden Hazard Ingin Reuni dengan Jose Mourinho

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *