Gak Perlu Risau, 5 Sikap Anti Galau Saat Selalu Dituntut Menikah

Sampulbola – Menjadi sebuah kebutuhan bagi setiap orang, saat usia sudah mencukupi, semua kebutuhan sudah terpenuhi, maka menikah adalah proses yang akan dijalani selanjutnya. Semua orang akan melalui tahapan di mana ia melepas masa sendiri dan hidup bersama dengan orang yang dipilihnya untuk menjalani kehidupan berdua.

Tapi bukan tidak ingin, jika seseorang belum menikah meski sudah masuk pada usia yang selalu menuntutnya menikah. Terlebih saat lingkungan, seperti keluarga dan teman selalu bertanya “kapan nikah” kepada kita. Dari yang awalnya sedih, marah dan takut jika kembali ditanya. Sampai perasaan biasa saja karena sudah menyadari mengapa semua itu terjadi.

Lalu bagaimana harusnya sikap yang kita lakukan agar tidak melulu galau karena dituntut untuk segera menikah?

1. Sadari posisi, semua belum waktumu

Ya, jelas saja. Kita harus sadar bahwa setiap orang memiliki waktunya masing-masing. Meski dalam satu geng semua memiliki usia yang sama. Kisah yang sama dan bahkan harusnya semua menikah secara berurutan. Tapi jika kita belum saja memasuki tahap tersebut, maka jangan menyalahkan siapapun.

Yang bisa kita lakukan adalah menyadari posisi kita. Menyadari waktu yang kita miliki tidaklah sama dengan lainnya. Menyadari bahwa kita akan menikah di waktu yang tepat bagi kita. Sebab, menikah bukan hanya tentang usia, rejeki bahkan tuntutan orang lain. Karena kitalah yang akan menjalaninya sampai akhir nanti.

2. Jangan biarkan rasa iri memenuhi otakmu

Bisa saja kita bersikap biasa saat ditanya orang lain, kapan menikah. Tapi apakah kita sudah bisa bersikap biasa saat melihat teman atau sahabat dekat kita menikah? Bukan hal yang aneh jika kita iri terhadap mereka. Wajar saja, karena kita pun ingin mengalami hal yang sama. Menikah dengan orang yang sangat kita inginkan.

Baca Juga:  Jadi Motivasi, Ini 5 Pelajaran di Balik Perjalanan Karier G-Dragon

Tapi jika kita biarkan rasa iri tersebut masuk dan merusak otak kita, maka bisa jadi hati kita pun akan rusak secara otomatis. Kita tidak akan mudah menerima keadaan. Kita juga dengan mudah menyalahkan diri sendiri karena tidak mengalami hal yang sama dengan orang terdekat kita.

3. Bicarakan dengan pasanganmu

Jika kamu saat ini sedang menjalin hubungan. Maka bukan hal yang salah jika kamu mulai membicarakan dengan pasanganmu. Tanyakan padanya, ungkapkan semua perasaanmu padanya. Jika kalian memang ingin melanjutkan hubungan ke arah yang lebih serius, maka segera rencanakan.

Hubungan kalian bukan lagi hubungan cinta monyet yang bisa datang dan pergi kapan saja. Kamu dan dia mungkin sudah diburu usia. Tapi yang harus kalian persiapkan lebih banyak adalah kesiapan mental untuk menjalani peran baru sebagai suami istri nantinya.

4. Pergilah berlibur, nikmati waktumu selagi bisa

Jika kamu jengah ditanya kapan nikah? Jangan marah. Jawab saja dan minta mereka mendoakanmu. Selagi mereka melakukannya, kamu bisa kok sedikit menggunakan waktu untuk berlibur. Bukan melarikan diri. Hanya sejenak menenangkan diri sari serangkaian pertanyaan dan tuntutan yang membuatmu lelah menghadapinya.

Apalagi saat kamu pun harus bergulat dengan pekerjaan atau tanggungjawab lainnya. Maka berlibur akan membuat pikiranmu jauh lebih rilex dan siap untuk melanjutkan hidupmu lagi. Ini kesempatanmu juga untuk pergi sendiri. Menikmati me time dengan senyaman-nyamannya kamu.

5. Ini kesempatanmu, kembangkan diri dalam bidang yang kamu sukai

Tidak ada ceritanya, kamu galau, stres lalu membiarkan dirimu kehilangan kesempatan untuk berkembang. Kamu yang saat ini sedang sendiri atau memang belum ada rencana menikah. Maka gunakan waktumu untuk mengembangkan diri. Kejar semua yang kamu inginkan. Selagi bisa, ambisimu akan menjadi prestasi terbaik saat kamu sudah bisa menggapainya.

Baca Juga:  Tak Perlu Minder, Ini 6 Cara Membaur untuk Kamu yang Susah Bergaul

Kamu tidak perlu melawan apalagi menutup mulut semua orang yang menuntutmu menikah. Jawab saja mereka dengan serangkaian prestasi yang kamu hasilkan dari kesendirianmu. Kamu tidak harus membalas dengan ucapan, tapi buktikan dengan prestasi yang kamu hasilkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *