Perusahaan asal Rusia tuntut kurator Force India

Uralkali memiliki kaitan dengan ayah dari pemenang balapan GP3 Nikita Mazepin, Dmitry. Perusahaan ini berusaha membeli Force India yang dinyatakan pailit di jeda musim panas.

Namun pada akhirnya mereka kalah dari konsorsium pimpinan Lawrence Stroll, ayah dari pembalap F1 Williams, Lance. Uralkali mengklaim ada sejumlah kejanggalan selama proses kepailitan dan kini mengambil tindakan hukum di Pengadilan Tinggi London.

Uralkali menyebut bahwa para kurator, Geoff Rowley dan Jason Baker dari FRP Advisory LLP, memberikan “balasan yang tidak memuaskan” soal alasan mengapa tawaran mereka ditolak.

Uralkali mengklaim kurator telah membenarkan bahwa nilai tawaran yang diajukan pemenang “jauh lebih inferior”. Uralkali percaya seharusnya “pemenang ditentukan berdasarkan tawaran yang bernilai paling tinggi”.

Selain itu Uralkali juga mengatakan proses kepailitan penuh dengan “misrepresentasi dan kurangnya transparansi”.

Uralkali mengungkapkan bahwa mereka etlah memberi “tawaran yang murah hati” dengan kisaran antara 101,5 juta dan 122 juta Poundsterling.

Jumlah tersebut dinilai Uralkali sudah cukup untuk membayar para kreditur termasuk pemasok mesin, Mercedes, dan biaya pengembangan tim sepanjang lima tahun kedepan.

Uralkali juga mengklaim bahwa lebih dari 40 juta Poundsterling akan disisakan dari pembayaran tersebut untuk kemudian didistribusikan ke shareholder tunggal Force India, Orange India Holdings Sarl.

Pihak kurator menjalin kesepakatan eksklusif dengan konsorsium pimpinan Stroll yang akhirnya membeli aset dan mengubah nama tim menjadi Racing Point Force India.

Uralkali, sebuah produsen pupuk kalium karbonat, berniat membeli Force India dengan maksud untuk memasarkan perusahaan karena mereka beroperasi di 20 dari 21 negara tuan rumah F1.

“Karena kekhawatiran ini dan biaya penawaran kami, serta potensi hilangnya pendapatan bisnis dalam jumlah besar, Uralkali tidak memiliki pilihan selain mengambil tindakan hukum untuk mencari pembayaran ganti rugi,” ujar Paul James Ostling, salah satu anggota dewan yang memimpin penawaran Uralkali untuk Force India.

Baca Juga:  Ada "lebih dari satu" pabrikan ban ikuti tender F1 2020-23

Sementara pihak kurator dalam sebuah pernyataan gabungan yang diberikan kepada Motorsport.com mengatakan bahwa mereka telah mendengar pengumuman dari Uralkali, tapi tidak mengetahui apakah klaim tersebut sudah benar-benar didengar oleh Pengadilan Tinggi.

“Sampai saat ini kami belum menerima klaim tersebut. Sejauh yang kami ketahui pihak pengadilan juga belum,” ucap mereka.

“Tapi jika klaim sudah diterbitkan, maka kami sekuat tenaga akan memberi pembelaan.

“Kami telah memenuhi kewajiban undang-undang sebagai kurator selama proses ini, dan pada akhirnya telah mencapai hasil yang memuaskan untuk semua stakeholder.

“Kami yakin tuntutan ini akan diberhentikan.”

Lawrence Stroll

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *