Saat Real Madrid Mengetuk, Pogba Harus Tinggalkan Man United

Sampulbola – Gelandang Manchester United Paul Pogba menjadi incaran Real Madrid. Kepergian Pogba ke Santiago Bernabeu bisa menguntungkan semua pihak, baik Pogba, Madrid dan Man United.

Judul ‘Ketika Madrid Mengetuk, Pogba Harus Tinggalkan Man United’ dibuat berdasarkan pernyataan sejumlah pemain bintang yang sebelumnya diminati Madrid. Hampir seluruh pemain yang diminati Madrid tidak pernah bisa menolak godaan berlabuh di Stadion Santiago Bernabeu.

Untuk kasus Pogba, pemain asal Prancis itu juga mengaku tidak bisa menolak Madrid. Meski mengaku masih senang bermain untuk Man United, Pogba mengatakan bermain untuk Los Blancos adalah impiannya.

“Real Madrid adalah impian setiap pemain. Selain itu ada Zinedine Zidane sebagai pelatih dan ini adalah impian setiap orang yang menyukai sepak bola,” ujar Pogba.

Sebagai orang Prancis, pantas jika Pogba ingin dilatih Zidane yang merupakan pemain terhebat dalam sejarah Les Blues. Bisa dipahami jika Pogba akhirnya meninggalkan Man United dan bergabung dengan Madrid. Apalagi kepindahan Pogba bisa menguntungkan semua pihak.

Madrid bisa mendapatkan pemain sesuai keinginan sang pelatih. Soal uang bukan masalah bagi manajemen Los Blancos. Jika Zidane sudah menunjuk pemain yang diinginkannya, Presiden Florentino Perez pasti akan memenuhi keinginan mantan pemain Juventus tersebut.

Pogba diyakini Zidane sebagai salah satu kepingan yang hilang untuk menbenahi lini tengah Madrid. Gelandang 26 tahun itu akan diduetkan dengan Luka Modric dan Casemiro di lini tengah. Pogba akan diplot sebagai pengganti Toni Kroos yang kemungkinan besar akan dijual akhir musim ini.

Buruknya penampilan lini tengah merupakan salah satu masalah utama Madrid musim ini. Manajemen Madrid dianggap melakukan kesalahan dalam perekrutan pemain awal musim ini ketika masih ditangani Julen Lopetegui. Madrid tidak mendatangkan gelandang berkualitas. Padahal, dengan kepergian Cristiano Ronaldo ke Juventus maka lini tengah Madrid harus bekerja lebih keras untuk menciptakan peluang dan gol.

Baca Juga:  Tampil Bagus, Wonderkid Real Madrid Tuntut Kenaikan Gaji

Pada paruh musim ini perekrutan pemain Madrid juga sangat buruk. Di bawah asuhan Santiago Solari, Madrid justru mendatangkan Brahim Diaz, gelandang 19 tahun yang minim pengalaman dan hanya menjadi cadangan di Manchester City.

Pogba Bukan Hazard

Selain menjadi keuntungan bagi Pogba dan Madrid, penjualan gelandang keturunan Guinea itu juga akan menguntungkan Man United. Pasalnya, Pogba hingga kini belum mampu membuktikan kemampuan terbaiknya sejak dibeli dari Juventus dengan rekor transfer £89 juta pada 2016.

Sejak kembali ke Old Trafford Pogba hanya berhasil membawa Man United juara Piala Liga dan Liga Europa pada 2017. Selebihnya penampilan Pogba terbilang angin-anginan bersama The Red Devils. Pogba bukan seperti Eden Hazard yang benar-benar menjadi pemain penting di Chelsea.

Hazard juga menjadi salah satu pemain incaran Zidane musim depan. Pemain asal Belgia itu lebih pantas dipertahankan Chelsea ketimbang Pogba dipertahankan Man United.

Pogba mungkin saat ini terlihat sebagai pemain terpenting Man United dengan status pemain termahal klub yang disandangnya. Tapi, Man United diprediksi bisa hidup tanpa kehadiran Pogba. Pasalnya, pemain asal Prancis itu bukan pemain pembeda seperti Lionel Messi atau Cristiano Ronaldo.

Hazard merupakan pemain yang lebih dekat levelnya dengan Messi dan Ronaldo daripada Pogba. Pemain 28 tahun itu bisa menjadi pembeda bagi timnya. Hazard sudah membuktikan kualitas pembeda sejak dibeli Chelsea dari Lille pada 2012 dengan mempersembahkan lima gelar bergengsi termasuk dua trofi Liga Primer Inggris.

Jika Man United mampu memaksa Madrid merogoh kocek £100 juta atau lebih untuk membeli Pogba maka itu negosiasi yang menguntungkan. Bahkan Man United bisa dibilang sebagai pemenang sesungguhnya dari penjualan Pogba ke Madrid.

Baca Juga:  Barcelona Setuju La Liga Digelar di AS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *