Unai Emery Bahas Satu Bulan Vital yang Mengakhiri Kariernya di Arsenal

Sampulbola – ​Pelatih asal Spanyol, Unai Emery, menuturkan satu hal krusial yang menjadi momen vital di balik alasan pemecatannya di Arsenal. Dalam satu bulan itu, menurut Emery, segalanya tidak berjalan sesuai keinginan dan berujung pemecatannya.

Arsenal tanpa kemenangan di tujuh laga beruntun pada November lalu. Dampaknya, Emery kehilangan pekerjaan, digantikan oleh Freddie Ljungberg (manajer interim), hingga Arsenal menunjuk Mikel Arteta sebagai manajer resmi klub.

Emery kini bercerita mengenai periode negatif pada November lalu yang membuatnya dipecat Arsenal. Semua diawali dengan hilangnya kepercayaan diri Pierre-Emerick Aubameyang dkk.

“Musim ini, pada teorinya, kami memulai dengan baik dan saya punya perasaan – dan begitu juga klub – bahwa pencapaian dari musim sebelumnya dihitung,” tutur Emery, dilansir dari Goal.

“Kami sekarang mencari cara bagaimana untuk berkembang bersama, bahkan sampaai ke poin di saat mereka ingin menawarkan perpanjangan kontrak. Kemudian, saya ingat kami punya satu bulan saat rasa frustrasi dari hasil-hasil buruk mulai membuat kami semakin buruk untuk laga-laga berikutnya.”

“Kami kehilangan kepercayaan diri dan sedikit keseimbangan. Laga melawan Sheffield United sedikit jadi titik balik. Dalam satu bulan, segalanya hancur.”

“Kami tak sanggup memenangi tujuh laga beruntun dan tensi berdasarkan pertanyaaan ditanyakan ‘Apa yang terjadi kepada kami?’ itu semakin besar seperti bola yang digulirkan,” terang Emery.

Segala cara telah dicoba mantan pelatih Sevilla dan PSG untuk mengembalikan Arsenal ke laju kemenangan, termasuk mengubah taktik, namun tidak ada satu pun yang bekerja dengan baik.

Baca Juga:  Santiago Solari Sukses Tiru Strategi Ampuh Zidane

“Faktanya adalah pelatih orang pertama yang disorot. Saya pernah merasakannya di klub lain dan bisa mengatasinya dengan membawa tim ke jalur yang benar, tapi Arsenal, bulan itu benar-benar buruk,” tambah Emery.

“Kami harus menang untuk mendapatkan sisi emosional itu kembali, menyingkirkan rasa frustrasi itu, dan kami tak dapat melakukannya. Saya berbicara kepada pemain selama tiga atau empat pekan sebelum proses dimulai untuk memberitahu mereka situasi tak berjalan baik, saya tak melihat tim bermain sesuai gambaran.”

“Kami mencari solusi. Kala itu dari segi defensif kami harus lebih kuat, jadi kami memainkan tiga bek tengah. Kami coba menemukan cara untuk men-sinergikan Auba, Ozil, dan Lacazette, jadi semuanya dapat memainkan yang terbaik di posisi mereka dan hasil yang dinanti tak kunjung datang,” urai Emery.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *